Laporan : Andre Vetronius
Kemiskinan membuat mereka menjadi anak-anak jalanan, menjalani kehidupan keras penuh resiko. Mereka putus sekolah karena didera keadaan. Akan tetapi, kemiskinan pulalah yang menyadarkan mereka mau kembali belajar, mewujudkan cita-cita agar bisa mandiri dan menjadi makhluk Allah yang berarti.
Anak jalanan tidak perlu dirazia, karena ia bukan sumber masalah. Keberadaan anak jalanan di setiap persimpangan jalan adalah fenomena, gejala tentang gambaran nyata kondisi kemiskinan suatu kota dan gambaran kemiskinan bangsa kita. Penanganannya anak jalanan harus dilakukan secara profesional, jika tidak berpotensi lost generation.
Lukman, seorang remaja yang di telinganya dipenuhi kerabu alias subang bahkan salah satu telinganya sudah melebar karena lubang subangnya begitu besar merupakan salah satunya. ‘’Saya memilih jalan ini karena merasa nyaman bergaul dengan mereka. Tidak ada jarak di antara kami, tidak hanya makan dengan piring yang sama tapi juga minum dengan gelas yang sama,’’ sebut Lukman.
Kemiskinan membuat mereka menjadi anak-anak jalanan, menjalani kehidupan keras penuh resiko. Mereka putus sekolah karena didera keadaan. Akan tetapi, kemiskinan pulalah yang menyadarkan mereka mau kembali belajar, mewujudkan cita-cita agar bisa mandiri dan menjadi makhluk Allah yang berarti.
Anak jalanan tidak perlu dirazia, karena ia bukan sumber masalah. Keberadaan anak jalanan di setiap persimpangan jalan adalah fenomena, gejala tentang gambaran nyata kondisi kemiskinan suatu kota dan gambaran kemiskinan bangsa kita. Penanganannya anak jalanan harus dilakukan secara profesional, jika tidak berpotensi lost generation.
Lukman, seorang remaja yang di telinganya dipenuhi kerabu alias subang bahkan salah satu telinganya sudah melebar karena lubang subangnya begitu besar merupakan salah satunya. ‘’Saya memilih jalan ini karena merasa nyaman bergaul dengan mereka. Tidak ada jarak di antara kami, tidak hanya makan dengan piring yang sama tapi juga minum dengan gelas yang sama,’’ sebut Lukman.

